Ombudsman Sebut Novel dan KPK tidak Kooperatif dengan Polri



Ombudsman menilai pihak kepolisian serius menanggani kasus Novel Baswedan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Komisioner Ombudsman Republik Indonesia Adrianus Meliala mengatakan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tidak kooperatif ketika sedang diperiksa oleh penyidik, terkait kasus penyiraman air keras terhadapnya. Ombudsman menilai, pihak kepolisian sudah serius menanggani kasus tersebut.

“Dari pengakuan polisi, kelihatannya Pak Novel irit bicara. Kalau ditanya berbagai hal selalu bilangnya nanti diserahkan ke Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Jadi kesan saya (Novel) tidak kooperatif,” ujar Adrianus usai bertemu dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis, Selasa (13/02).

Adrianus menjelaskan alasan mengapa dirinya menyebutkan Novel Baswedan tidak kooperatif dengan penyidik dalam kasus yang tengah diselidiki tersebut, karena terlihat dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang didapatkan Ombudsman dari penyidik yang sangat tipis.

“Dua minggu lalu kami memeriksa penyidik (kasus Novel). Kami diberikan BAP, tapi itu tipis sekali hanya 2 sampai 3 lembar. Mana ada BAP segitu, apalagi kan dia korban. Namanya korban kan ingin curhat agar kasusnya cepat selesai,” katanya.

Sementara, lebih lanjut Adrianus mengatakan, pihak kepolisian sudah menunjukan keseriusannya dalam menangani kasus ini dengan mengerahkan ratusan penyidik. Namun, pihak kepolisian merasa bahwa Novel masih belum percaya dengan kinerja dari Kepolisian.

“Aneh jadinya kalau Novel tidak percaya (kepada polisi). Tadi Pak Kapolda guyon ke saya, dia bilang telah mengerahkan 160 penyidik sejak kasus ini, siang dan malam mereka dilepaskan jabatan. Andai itu dihitung uang, aduh sudah berapa itu katanya, demi kasus Novel. Dia malah irit bicara dan menyerahkannya ke tim TGPF,” jelas Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia.

Selain itu, ia juga menyatakan KPK dinilai juga tidak kooperatif dalam menangani kasus ini. “Harusnya ada dua pihak yang kooperatif dalam rangka memberikan berbagai informasi, itu adalah Novel dan KPK. Ini kan mereka tidak kooperatif. Jadi bagaimana polisi bisa mengejar kasus kalau tidak diberi masukan,” tutur pria berdarah Bangka Belitung itu.



Source link

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

More From: Nasional

DON'T MISS

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format