Kuota Taksi Online di Kota Semarang Dibatasi 330 Unit



Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pemerintah saat ini telah memberlakukan aturan baru mengenai transportasi berbasis aplikasi online yaitu Peraturan Menteri Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Dalam PM 108 itu, diatur batasan kuota transportasi online pada tiap daerah.

Kepala Seksi Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Agung Nurul Falaq mengatakan, saat ini sudah keluar surat persetujuan pembatasan tersebut. Untuk Kota Semarang, disetujui transportasi online yang akan diberikan izin operasi ada 330 unit.

“Mengenai kuota ini sudah dilakukan penghitungan sesuai Peraturan Menteri (PM) 108, menggunakan tiga rumus regresi. Kami usulkan ke Dishub Jateng untuk kebutuhan transportasi online awalnya 600 unit. Kemudian disetujui 330 unit untuk Kota Semarang,” kata Agung, Rabu (14/2/2018).

Diakuinya, pertumbuhan transportasi berbasis aplikasi online seperti Uber, Grab dan Go Car, sudah menjamur di Kota Semarang. Pihaknya tidak mengantongi data pasti berapa jumlah driver, namun diperkirakan telah mencapai ribuan.

Kuota 600 unit yang diusulkan, katanya, untuk tahun ini saja dan memuat semua operator yaitu Uber, Grab dan Go Car. Nantinya, kuota tersebut bisa dievaluasi lagi dan berubah jumlahnya.

Dikatakan, munculnya PM 108 ini menggantikan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 26 Tahun 2017 tentang tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek (PM 26).

Diharapkan, PM 108 ini menjadi payung hukum atas fenomena maraknya transportasi online yang kerap dipermasalahkan oleh kalangan taksi konvensional.

“Kami tidak memandang aperator karena hubungan kita dengan koperasi atau perusahaan angkutan. Kalau Uber, Gojek, Grab itu kan bukan perusahaan angkutan. Jadi, kami memberikan izin kepada koperasi tersebut. Nah, koperasi nanti mau digunakan Gojek, Uber dan Grab, terserah mereka,” ungkapnya.

Ditambahkan, hingga kini baru 117 unit taksi online yang sudah melakukan uji KIR. Dari jumlah itu, ada 28 unit yang sudah mengurus izin operasi di Dishub Jateng.

“Tinggal dari koperasi-koperasi ini merealisasikan izinnya saja. Karena syaratnya, driver online harus gabung di koperasi agar bisa mengurus perizinan. Perusahaan angkutan harus berbadan hukum, atau koperasi. Yang lainnya kami tunggu,” tuturnya.

Lalu bagaimana jika tidak bergabung dengan koperasi dan mengurus perizinan, Agung menegaskan, di luar yang berizin maka dianggap ilegal.

“Kami belum melihat niat baik mereka untuk mengurus perizinan. Kami masih memberi waktu selama 6 bulan untuk mengurus izin operasi,” ucapnya. (*)



Source link

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

More From: Kabar Daerah

DON'T MISS

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format